My Headlines

Thursday, 1 August 2013

PUISI : ADAKALANYA, KENAPA....



 photo emosi_zpsf6e0b7eb.jpg 

Adakalanya, Kenapa....

Reaksi emosi jangan dituruti
implikasinya tidak seperti yang diimaginasi
Perlukah aku terus tunduk membisu
merelakan jiwa ini terus tertekan
diulit dengan ulah bicara-bicara egois
aku cuba mendefinisikan akan dirimu
tak jua bisa kutulis tepat
kesimpulan tentang keperibadianmu
semua yang kau lakukan
membunuh perlahan-lahan semangatku
hanya untuk sebuah kepuasanmu


Mungkin aku persisiran pantai yang hanya diam
tika kau menjadi ombak menerajangku tak henti
kau pamer keegoanmu
tanpa memikirkan maruah yang kau lucuti
tanpa memikirkan perasaan yang kau sakiti
mengalun membadai seganas irama hatimu
bermacam dugaan yang ku hadapi
adakalanya tersentuh rasa hatiku
adakalanya semacam tak percaya
namun aku tempuhi jua dengan tabah

Aku sendiri tak bisa mengerti
tertanya-tanya pada diri sendiri
kenapa aku masih bertahan dengan kerenahmu
kenapa masih ada rasa rindu
kenapa masih ada penantian
kenapa masih ada dambaan
meski hati acapkali terus tersakiti
aku bagai mengapai bintang dilangit
tak mungkin tercapai hasrat hati ini
biarpun harus ku tunggu seribu tahun lagi

Aku sedar darjat membezakan kita
pastinya kau terdidik sedemikian rupa
diajari mengagung-agungkan darjat
Mungkin jua aku tak setaraf
dengan apa yang kau inginkan
saat ini aku tetap sendirian
masih tercari-cari nilai diri
maafkan aku kerana masih merinduimu
maafkan aku kerana belum rela melepaskanmu
meski pun kita belum pernah bercinta
mahu pun bersua muka....




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis